- Home>
- Kesimpulan Kelompok 3 Motivasi Belajar
Posted by : Masitoh Anisah
Rabu, 11 Oktober 2017
Motivasi, menurut para ahli adalah sebuah kegiatan yang bertujuan memberikan suatu semangat untuk subjek yang diberi semangat. Seperti pada contoh, seorang tenaga pendidik yang memberikan motivasi pada peserta didik, agar peserta didik mau belajar lebih rajin.
Menurut para ahli:
Dalam buku psikologi pendidkan M. Daryono memaparkan bahwa “motivasi adalah daya penggerak/pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan, yang bisa berasal dari dalam diri dan juga dari luar” (Dalyono, 2005: 55).
Dalam bukunya Ngalim Purwanto, Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive). Tujuan adalah yang membatasi/menentukan tingkah laku organisme itu (Ngalim Purwanto, 2007 : 61).
Dengan demikian motivasi dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan untuk terjadinya percepatan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara khusus.
Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan sarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah laku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara oleh suatu hal (Nasution, dkk: 1992: 3).
Belajar adalah suatu proses yamg ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan dalam diri seseorang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu (Sudjana,2002 :280).
Motivasi terdiri dari beberapa jenis, yakni:
1. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
- Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir
- Motif-motif yang dipelajari artinya motif yang timbul karena dipelajari.
2. Motivasi menurut pembagiaan dari woodworth dan marquis dalam sardiman:
- Motif atau kebutuhan organismisalnya, kebutuhan minum, makan, bernafas, seksual, dan lain-lain.
- Motof-motif darurat misalnya, menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, dan sebagainya.
- Motif-motif objektif
3. Motivasi jasmani dan rohani
- Motivasi jasmani, seperti, rileks, insting otomatis, napas dan sebagainya.
- Motivasi rohani, seperti kemauan atau minat.
4. Motivasi intrisik dan ekstrinsik
- Motivasi instrisik adalah motif-motif yang terjadi aktif atau berfungsi tidak perlu diransang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
- Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya peransang dari luar. (Sardiman, 1996: 90).
Ada beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, yakni:
- Memberitahukan peserta didik tujuan belajar
- Hadiah
- saingan/kompetisi
- Pujian
- Hukuman
- Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
- Membentuk kebiasaan belajar yang baik
- Menggunakan metode yang bervariasi
Berdasarkan beberapa hal yang saya jabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwasannya penting untuk peserta didik memotivasi dirinya sendiri, sedangkan tenaga didik berperan sebagai pemicu;fasilitator peserta didik, agar keinginan peserta didik untuk belajar lebih baik lagi, semakin besar. Penting untuk tenaga pendidik membantu kesuksesan peerta didik.
