Archive for Oktober 2017

  • Confidence

    0


    I couldn't focusing too much seeing her, but for the sake for friendship, I've come despite I know I'm not in my best condition.

    This sunny day; during the sun stood mighty up there, Nunung; my classmate stood proudly on the stage. Clutches tight a notebook on her hand. I can seen some nervousness permeated from her face. Especially when she facing so many people that staring straight toward her.

    I merely held my head as high as I can. Because we didn't too close, I didn't say much words. But encourage I delivered to her; a smiled was the answer. Perhaps its not too much, but I'll try my best to made her calm. Even though she may not seeing it.

    My gaze then wander to other side, I could see some people started to get bored and hot. Because the mighty sun stood ablaze up there. It my headache got worse. It triggered my sneeze. Deuis beside me asked me if I was fine, but I just shrug it off, said that I was fine. A simple flu couldn't stop me, at all.

    But I can't deny that the shout has been made by our classmates pissed me off the most. It made my head throbbed painfully.

    The voice of Nunung from the stage, gained our attention. Our focus fell upon her, as she started to speech. Voiced out her opinion about the theme she choosen.

    My gaze didn't left from her. I felt mermerized, she looks all confident. Unlike before. I can't believe she could be so different on the stage.

    Perhaps, some people may feel the same way, I see that Nunung could be able to make the audience curious, hypnotized them to focusing on here; even the blazing heat make us tired.

    And I was, a bit envy. Unlike her; I couldn't be like that. I was a coward, I've got a nasty stage fright. It made me always hesitant with my own choices.

    She does make me envy. But she also make me want to surpass her, make me want to confident as well.

    It may be hard, but I'll try my best in the future.

    As she finished, I didn't stood up; because I can't, the sickness make me feel so tired. But at least, I clapped my hand for her. And smiling.

    (TBC To chapter III)

  • Kesimpulan Kelompok 5; Peran Tenaga pendidik dalam pembelajaran.

    0


    Berdasarkan dari kesimpulan yang didapat untuk hasil diskusi bersama kelompok lima, tenaga pendidik berperan untuk menyalurkan ilmu yang menjadi bekal mereka mendidik, kepada peserta didiknya nya. Tenaga pendidik merupakan sumber ilmu dan pemberi ajaran tatakrama kepada peserta didik nya. dari tenaga pendidik, peserta di ajarkan membaca, menulis dan berhitung, serta diajarkan untuk mampu berbahasa sopan dan bersikap baik. Peran serta dari tenaga pendidik lah, peserta didik (murid) mendapat ilmu pengetahuan yang baru dan pendidikan yang karakter. Peran tenaga pendidik sebagai orang tua kedua yang berada di instansi formal, setelah orang tuua kandung peserta didik yang di rumah.

    UU tentang guru/dosen menurut UU No. 14 tahun 2005, yaitu guru adalah seorang tenaga pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

    Peran guru para ahli dan di kaji oleh Pullias dan Young (1988), Manan (1990) serta Yelon dan Weisntein. Peran guru sebagai berikut:

    · Guru sebagai Pendidik
    · Guru sebagai pengajar
    · Guru sebagai pembimbing
    · Guru sebagai pelatih
    · Guru sebagai penasehat
    · Guru sebagai pembaharui/inovator
    · Guru sebagai model dan teladan
    · Guru sebagai pribadi
    · Guru sebagai peneliti
    · Guru sebagai kulminator
    · Guru sebagai pendorong kualitas
    · Guru sebagai pembangkit pandangan
    · Guru sebagai pekerja rutin
    · Guru sebagai pemindah kemah
    · Guru sebagai pembawa cerita
    · Guru sebagai aktor
    · Guru sebagai emansipator
    · Guru sebagai evaluator
    · Guru sebagai pengawet

  • Kesimpulan Kelompok 4, Teori Belajar dan Pembelajaran

    0

    Kesimpulan yang dapat kami dapat dari materi teori-teori belajar dan pembelajaran, yakni banyaknya teori yang berkaitan dengan kehidupan manusia sedari dini.

    Dikarenakan, berbagai macam teori seperti teori Skinner, teori Behavioristik dan berbagai macam teori lain, sungguh erat kaitannya dengan kehidupan. Sebagai calon tenaga pendidik, penting untuk kita memahami dan mempelajari berbagai teori ini, untuk diaplikasikan pada saat memberi ilmu dan pengajaran pada peserta didik.

  • A Cat's Life

    0

    Chapter 1, A New Beginning.

    I didn’t know how much time has been passed.

    But one thing I realized.

    Everything was so cold.

    Heavy rain poured onto me; the one who didn’t have any shelter. Trickles of water against my skin. It made my brown, ragged fur looks more bad than its supposed to be.

    I’m afraid if I fell asleep, I wont wake up anymore. Yet, the promise I’ve been made up with mama, made me couldn’t close my eyes just by a single blink. I need to stay awake, so me and mama could be reunite once again.

    But, I cant… the cold just so unbearable.

    I didn’t know when my eyes slowly to fade.

    But, before the darkness overwhelmed my sense, I saw something.

    Something blurry, a shadow. And warm…



    Something smelled delicious disturbed my sleep. My triangle ears flicked slightly, as I blinked my hazy eyes several times.

    I slowly realized that I wasn’t at the alley anymore. Instead, this place looks like a someone’s house.

    A comfy furnitures, warm brightness from the lamp, and carpet, a table on the top of the carpet. Everything looks so different.

    Yawned as I stretched my slender limbs, only to realized that my paws wasn’t on the cold, rough pavement.

    It was soft, and kind of bouncy. A sofa, I mused.

    “Ah, you’ve been awake.”

    My green, slanted eyes glanced up, I recognize human’s voices. That is something we capable of, unlike the human.

    And our gaze meet each other.

    This human, unlike the other; she looks so old, with the humourness twinkle in her eyes. Her smile; I recognize it was shown how old her life is. Her wrinkles hands made their way onto me, softly stroked my fur; now its brilliant brown, perhaps this old Lady washed me during my sleep? Nevertheless, her stroke made me purred softly.

    “Ah, you must be hungry.” The old lady whispered, though only few words I could recognize. Hungry, which mean she will give me food. And my thought predicted. She served me some nice smelled food in a small plate. She must be didn’t the voice of my stomach, it was rumbled viciously. And without any doubt, I dig in, munching and licking every spot my tongue could reached.

    And she seemed smiled; my sharp hears clearly heard she was chuckling, and the soft pat has been given once again.

    I didn’t know at first, why she treated me so nicely. But my question answered as she spoke.

    “Hello little kitten, I’m Kasih. And this is your new home.”



    tbc
  • Kesimpulan Kelompok 3 Motivasi Belajar

    0
    Motivasi, menurut  para ahli adalah sebuah kegiatan yang bertujuan memberikan suatu semangat untuk subjek yang diberi semangat. Seperti pada contoh, seorang tenaga pendidik yang memberikan motivasi pada peserta didik, agar peserta didik mau belajar lebih rajin.

    Menurut para ahli:

     Dalam buku psikologi pendidkan M. Daryono memaparkan bahwa “motivasi adalah daya penggerak/pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan, yang bisa berasal dari dalam diri dan juga dari luar” (Dalyono, 2005: 55).

    Dalam bukunya Ngalim Purwanto, Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive). Tujuan adalah yang membatasi/menentukan tingkah laku organisme itu (Ngalim Purwanto, 2007 : 61).
    Dengan demikian motivasi dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan untuk terjadinya percepatan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara khusus.

    Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan sarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah laku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara oleh suatu hal (Nasution, dkk: 1992: 3).

    Belajar adalah suatu proses yamg ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan dalam diri seseorang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah lakunya, keterampilan dan kemampuannya, daya reaksinya, daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu (Sudjana,2002 :280).

    Motivasi terdiri dari beberapa jenis, yakni:

    1.    Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
    • Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir
    • Motif-motif yang dipelajari artinya motif yang timbul karena dipelajari.
    2.    Motivasi menurut pembagiaan dari woodworth dan marquis dalam sardiman:
    • Motif atau kebutuhan organismisalnya, kebutuhan minum, makan, bernafas, seksual, dan lain-lain.
    • Motof-motif darurat misalnya, menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, dan sebagainya.
    • Motif-motif objektif
    3.    Motivasi jasmani dan rohani
    • Motivasi jasmani, seperti, rileks, insting otomatis, napas dan sebagainya.
    • Motivasi rohani, seperti kemauan atau minat.
    4.    Motivasi intrisik dan ekstrinsik
    • Motivasi instrisik adalah motif-motif yang terjadi aktif atau berfungsi tidak perlu diransang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
    • Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya peransang dari luar. (Sardiman, 1996: 90).
    Ada beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik, yakni:

    • Memberitahukan peserta didik tujuan belajar
    • Hadiah
    • saingan/kompetisi
    • Pujian
    • Hukuman
    • Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
    • Membentuk kebiasaan belajar yang baik
    • Menggunakan metode yang bervariasi
    Berdasarkan beberapa hal yang saya jabarkan diatas, dapat disimpulkan bahwasannya penting untuk peserta didik memotivasi dirinya sendiri, sedangkan tenaga didik berperan sebagai pemicu;fasilitator peserta didik, agar keinginan peserta didik untuk belajar lebih baik lagi, semakin besar. Penting untuk tenaga pendidik membantu kesuksesan peerta didik.
  • Kesimpulan Kelompok 2 Prinsip-prinsip Belajar dan Pembelajaran

    0
    Prinsip-prinsip belajar  (kelompok 2 : Kamelia dan Fitri Nur Amalia)

    Ada beberapa prinsip yang relatif berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam meningkatkan mengajarnya.

    Prinsip-prinsip belajar yang meliputi.

    1.      Perhatian dan motivasi

    Perhatian terhadap belajar akan timbul pada siswa, apabila bahan pelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pelajaran itu di rasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, diperlukan untuk belajar yang lebih lanjut, akan membangkitkan motivasi untuk mempelajarinya.

    2.       Keaktifan

    Anak merupakan mahluk yang aktif. Anak mempunyai dorongan untuk ingin mengetahui sesuatu yang ingin diselesaikannya. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa di limpahkan kepada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalaminya sendiri.

    3.      Keterlibatan langsung/ berpengalaman

    Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak sekedar secara langsung tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya.

    4.      Pengulangan

    Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan barangkali yang paling tua adalah yang dikemukakan oleh teori Psikologi Daya. Menurut teori ini belajar adalah  melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamati, menanggap, mengingat, merasakan, berpikir, dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang.

    5.      Tantangan

    Teori Medan (Field Theory) dari Kurt Lewin mengemukakan bahwa siswa dalam situasi belajar dalam suatu medan atau lapangan psikologis. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai. Tetapi selalu terdapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar, maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu, yaitu dengan mempelajari bahan belajar tersebut.

    6.      Balikan dan Penguatan

    Siswa akan belajar lebih semangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Hasil yang baik akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya.Siswa belajar dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajar yang lebih giat lagi. Nilai baik dapat merupakan operant conditioning  atau penguatan positif.

    7.      Perbedaan individual

    Perbedaan individual berpengaruh terhadap cara dan hasil belajar siswa. Karena nya, perbedaan individual perlu diperhatikan oleh guru dalam upaya pembelajaran. Sistem pendidikan klasikal yang dilakukan di sekolah kita umum nya kurang memperhatikan masalah perbedaan individual, umum nya pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata, kebiasaan yang kurang lebih sama, demikian pula dengan pengetahuan nya.

    B. Implikasi Prinsip-Prinsip Belajar Bagi Siswa dan Guru

    1.      Perhatian dan motivasi
    2.      Keaktifan
    3.      Keterlibatan langsung/berpengalaman
    4.      Pengulangan
    5.      Tantangan
    6.      Balikan dan penguatan
    7.      Perbedaan individual




  • Copyright © - Kyuu Haru's home

    Kyuu Haru's home - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan